Monday, February 22, 2010

Siapakah Dirimu Ya Muhammad B. Abdullah?

Assalamualaikum warahmatullah..

Selawat dan salam buat junjungan besar Nabi Muhammad SAW..keluarga,sahabat, tabi' dan tabiin...

Seperti yg semua maklum, pada tanggal 26 Februari 2010 adalah bersamaan 12 Rabiul Awal 1431H..
Siapa yg sensitif dgn insan mulia ni, pasti tahu..apa kaitan tarikh ini dgn nabi Muhammad SAW..
Maulidurrasul..hari kelahiran rasul junjungan kita..

Makanya..jom sama2 kita menuai dan membaja rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW..biarlah sama-sama kita kembali menyusuri sirah Rasulullah saw, meneladani sifat &  peribadi Rasulullah SAW dan mengikuti & menghidupkan segala sunnah Rasulullah SAW dengan sebenarnya..

Siapa dirimu wahai kekasih agung..Muhammad Bin Abdullah? jom imbas secara ringkas tentang kelahiran, nasab dan nama baginda SAW..


Kelahiran Rasulullah SAW

1. Allah Ta'ala berfirman: "Sungguh Allah telah memberi kurnia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan mereka Al Kitab dan Al Hikmah dan sebelum itu, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata." (QS. Ali Imran:164)

2. Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah: "Sesungguhnya saya ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Esa." (QS. Al Kahfi:11)

3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang puasa pada hari Senin. Beliau menjawab: "Pada hari itulah aku di lahirkan, lalu diangkat menjadi Rasul dan diturunkan Al-Qur'an kepadaku." (HR.Muslim)

4. Rasullauh Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dilahirkan pada hari Senin bulan Rabi'ul Awal di Makkah Al Mukarramah tahun Al Fiil (571 M), berasal dari kedua orang tua yang sudah ma'ruf. Bapaknya bernama Abdullah bin Abdul Muthallib dan ibunya bernama Aminah binti Wahb. Kakek beliau memberinya nama Muhammad. Bapak beliau meninggal dunia sebelum kelahirannya.

5. Sesungguhnya termasuk kewajiban seorang muslim adalah hendaknya dia mengetahui kedudukan Rasul yang mulia ini, berhukum dengan Al Qur'an yang diturunkan kepadanya, berakhlak dengan akhlaknya serta mengutamakan dakwah kepada Tauhid yang mana risalahnya dimulai dengannya sesuai firman Allah Ta'ala:"Katakan: Sesungguhnya saya hanya menyembah Rabbku dan saya tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya." (QS. Al-Jin:20)
 




Nama dan Nasab Rasulullah SAW

1. Allah Ta'ala berfirman: "Muhammad adalah Rasulullah." (QS. AlFath:29)

2. Rasullullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Saya memiliki lima nama: Saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al-Mahi yang Allah menghapus kekufuran denganku, saya Al-Hasyir yang manusia dikumpulkan di atas kedua kakiku, dan saya Al-'Aqib yang tidak ada Nabi pun setelahnya." (Muttafaq 'Alaih). Dan Allah menamakannya dengan "Raufur Rahim"

3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengenalkan dirinya kepada kita dengan beberapa nama: "Saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al Muqaffy (Nabi terakhir) dan Al Hasyir, saya Nabi At Taubah, Nabi ArRahman." (HR. Muslim)

4. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Tidaklah kamu heran bagaimana Allah memalingkan dari saya cacian orang-orang Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencaci dan melaknat saya dengan sesutu) yang sangat tercela, dan saya adalah Muhammad." (HR. Bukhari)

5. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah telah memilih dari keturunan Ismail Kinayah, dan dari Kinayah Allah memilih Quraisy, dari Quraisy Allah memilih bani Hasyim, dan dari bani Hasyim Allah memilih saya." (HR. Muslim)

6. Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya: "Namailah diri kalian dengan nama-nama saya, tapi janganlah kalian berkuniah (mengambil gelar) dengan kuniah saya. Karena sesungguhnya saya adalah Qasim sebagai pembagi diantara kalian." (HR. Muslim)










Sumber:
Mengenal Peribadi Rasulullah SAW karya 
Syeikh Muhammad Jamil Zainu

Excerpts of PERMAI 2010...

Bismillahirrahmanirrahim..

Terima kasih atas sokongan anda di dalam PERMAI. Kini, setelah sebulan berlalu, nak juga relive the moment sekejap. Jadi beberapa teman-teman kita ini dengan penuh sabar dan kasih sayang [sorry korang! thanx a lot!] telah menceritakan sedikit sebanyak tentang pengalaman mereka.

"ust hasrizal best... makanan best.. aktiviti bersama cam kurang sket.." - W.

Terima kasih W. Kamoo best juga!

"menghadiri permai telah memberikan banyak pengalaman manis bagi saya.
saya juga telah memperoleh banyak ilmu dan bertemu dengan penceramah yang sangat berdedikasi dan tidak jemu untuk mendengar.
 
dgn menghadiri permai,saya telah diberi peluang utk berjumpa secara live ustaz hasrizal, yang selama ini hanya dikenali melalui blog beliau..
 
walaupun ada kalanya mata sangat mengantuk,tapi tetap bersemangat utk mendengar..
selain itu,kami juga telah bermain satu permainan yang bgi saya sangat menarik..dalam permainan itu,ape yang saya dpt ialah betapa pentingnya kerjasama dan betapa pentingnya kita melindungi rakan2 kita.
." - A.

Wow A, bersusah payah ek tulis? hehe...Hope ada manfaatnya, and segala apa yang manfaat tu tersemat di hati!

"alhamdulillah pengalaman ke PERMAI memberi impak yg sangat berkesan dan manfaat kepada diri. wlupn masuk last minute..hehehe mmg xrugi ikut serta.

berkenalan dgn pelajar2 malaysia dari serata indonesia membuka peluang untuk menambah ilmu serta menambah kawan...

dari segi manfaatnya...saya dpt mengenal diri sendiri dan dpt memperbaiki diri untuk menjadi profesional muslim yg sejati...selain itu motivasi yg disampaikn memberi keyakinan untuk terus berfikiran positif dan istiqamah untuk menjadi yang terbaik...

THANK YOU PERMAI FOR THE KNOWLEDGE N EXPERIENCES!!!!!
" - S.

Masuk last minute, hehe, ada orang paksa ek? orang tu meminta maaf ye, hope its good, dan mampu menjana perubahan...

Semoga PERMAI 2010 memberi impak yang berkesan! May Allah bless...

Goodbye PERMAI 2010, hello new us, insyaAllah!

Friday, February 19, 2010

PERMAI 2010 : reminiscence [short]

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, setelah sekian lama, tergerak juga nak tulis sedikit laporan tentang program yang telah dijalankan 3 minggu yang lalu.

Program ini yang bernama PERMAI which stands for Perhimpunan Mahasiswa Malaysia di Indonesia telah dijalankan di Politeknik Pos Bandung yang terletak di Lembang. Ia telah dijalankan selama 3 hari 2 malam, bermula pada tarikh 21 Januari sehingga 23 Januari. Dan ustaz yang dijemput adalah......jeng jeng jeng....Ust. Hasrizal! Bersama kang Harry sbg prog selingan.

Perancangan prog telah diadakan setahun yang lalu, yang mana sepatutnya prog ini diadakan pada tahun 2009. Disebabkan ada masalah sedikit pada pihak ustaz, kami perpanjangkan waktu agar diadakan pada tahun 2010.

Program telah diadakan di Politeknik Pos Bandung di Lembang. Pengarah program adalah saudara Zulhazwan, dengan nama panggilannya Saudara Awang. Terima kasih kami ucapkan kepada Saudara Awang dan crew-crewnya atas kejayaan program tersebut.

Tentatif prog adalah
Hari pertama : dimulakan dengan ketibaan pelajar, pendaftaran, makan malam. Pada waktu malam adalah majlis perasmian dengan kehadiran wakil dari JPMI dan warden. Kemudian ada muqadimmah oleh ustaz, dan seterusnya ice breaking oleh beberapa wakil pelajar dari bandung. kemudian tidur.

Hari kedua : Prog bermula dengan solat subuh dan tazkirah, breakfast, slot pertama oleh Ust, rehat, slot kedua dan kemudiannya Zohor dan lunch. Disambung kembali dengan prog Kang Harry, motivator yang dijemput khas. Diwaktu petangnya, usai solat Zohor, adanya games bg muslimat. Malam disambung dengan slot 3 oleh Ust.

Hari ketiga: Bermula dengan qiamullail oleh beberapa orang pelajar, kemudian setelah solat subuh, diteruskan dengan games. Selepas itu ust memberi slot yang terakhir dan majlis penutup.[untuk laporan penuh sila klik di sini]

Tidak mampu untuk menulis panjang, biarlah gambar2 yang menjadi kata-kata ku...

 

  

  

 

Ps: Maaf, lambat report, tak tahu nak tulis apa sebenarnya..hua hua hua!!!
hoh, silalah mengomen ye...sorry!

Friday, February 12, 2010

Hukum Rai Valentine & Jual Bunga


Soalan


Assalamualaikum ustaz,

Benarkah hukum menyambut hari Valentine adalah haram, bagaimana pula hukum menjual hadiah dan bunga kepada pasangan-pasangan bukan Islam dan sebahagian umat Islam yang meraikannya?

 
 

JAWAPAN


Saya telah menyertakan jawapan di ruangan artikel bahasa Inggeris, bagi membantu rakan-rakan yang kurang selesa memahami bahasa Inggeris, disertakan jawapan ringkas saya berkenaan sambutan hari valentine.


Asal-usul Valentine


Tindakan mengaitkan pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa
Zeus dan Hera.



Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah. (http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine)

Selain itu, sejarahnya juga berkait dengan fakta di bawah :-







Justeru, secara ringkasan saya boleh simpulkan seperti berikut :-

1) Kita hanya boleh merayakan perayaan yang diiktiraf oleh Islam iaitu Idil Fitroi dan Idil Adha. Nabi SAW bersabda :


Ertinya : Sesungguhnya bagi setiap kaum itu perayaan masing-masing, dan ini (IdilFitri dan Idiladha) adalah perayaan kita" ( Riwayat AL-Bukhari, 952 ; Muslim, 1892)

Justeru, sebarang perayaan yang disambut oleh umat Islam mestilah terhad kepada dua perayaan ini sahaja.


Bagaimanapun, jika sesuatu majlis, keraian dan sambutan itu dianjurkan bukan atas asas atau nama agama serta tiada kaitan dengannya bahkan dibuat atas dasar adat semata-mata. Ianya boleh dan harus diraikan dengan syarat sambutannya tidak diserapi apa jua unsur maksiat dan syirik. Sebagai contoh sambutan kemerdekaan Negara, sambutan ulangtahun penubuhan sesebuah syarikat dan sebagainya. Cuma ia bukanlah disambut sebagai hari raya ketiga atau keempat, tetapi hanya sebagai majlis keraian setaraf dengan majlis perkahwinan dan sepertinya sahaja.


Ini bermakna, setiap tujuan dan asal usul perayaan itu perlulah disemak. Maka jika disemak perayaan Valentine ini. Ternyata ia berasal dari cerita dongeng, karut dan syirik berakitan dewa dan sebagainya.  Selain dari asalusul, cara dan kaedah implementasnya juga mesti dilihat, jika secara adatnya ia disambut dengan dosa dan maksiat. Ia sekali lagi dilarang di atas dasar tersebut pula.



2) Tidak harus pula meniru orang Kafir dan ahli maksiat dalam meraikan majlis yang dianjurkan. Imam Ibn Taymiah dan Ibn Qayyim telah menyebut bahawa telah Ijma' (sepakat keseluruhan Ulama) melarang penyerupaan dalam meraikan perayaan agama ( atas asas agama) selain Islam. ( Iqtidha, 1/454 ; Ahkam Ahli Zimmah, 2/722)


3) Islam tidak mengiktiraf hari kasih sayang. Kasih sayang dalam Islam bersifat universal, tidak dibatasi waktu dan tempat dan tidak dibatasi oleh objek dan motif. Hal ini sesuai dengan hadis
:

"Cintailah saudara seislam seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (Riwayat Bukhari).

Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia.

Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap saudaranya lebih dari tiga hari" (Muslim)


Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahmi, menjenguk yang sakit, meringankan beban tetangga yang sedang ditimpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada kebenaran (amar ma'ruf) dan mencegah dari perbuatan mungkar


4) Sambutan hari Valentine hari ini menjadi semakin terkeji apabila ia menjurus kepada perlakuan maksiat, mengadaikan 'dara' kepada kekasih yang bernafsu 'syaitan' dan dengan perlakaun seks bebas yang kononnya bagi membuktikan 'ketulenan' cinta seseorang kepada kekasihnya.. 


5) Islam juga melarang umatnya dari terlibat, duduk serta bersekongkol dalam majlis yang mempersendakan Islam dan bercanggah dengannya. Ini dari firman Allah yang bererti :

 
 


"Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam" ( An-Nisa : 140 )

Diriwayatkan dari Umar r.a. bahwa dia pernah mendengar Rasulullah s,a.w. bersabda:

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah duduk pada suatu hidangan yang padanya diedarkan arak." (Riwayat Ahmad)

Maka majlis arak yang haram itu adalah sama hukumnya dengan majlis Valentine yang mana sumber, asal usul dan cara pelaksanaannya yang terdedah kepada pelbagai jenis maksiat. Tidak harus sama sekali untuk menghadiri majlis sempena Valentine di mana-mana jua. 


  "Jadi adakah pergi shopping sempena 'sale' hari Valentine juga salah?

Jawabnya, sekadar membeli belah ia tidak salah, namun TIDAK DIBENARKAN menyertai seseuatu PERHIMPUNAN, SAMBUTAN KHAS kerana Valentine seperti majlis Konsert, Nyanyian dan sepertinya.


6) Hukum memberikan hadiah sempena hari Valentine juga adalah menjadi haram berdasarkan kaedah dari firman Allah : "Janganlah kamu bantu membantu dalam perkara dosa dan permusuhan"


Bagaimanapun hukum menjual bunga sahaja, ia tidak kurang dari kategori jualan yang syubhah, makruh  atau haram khas di hari Valentine.


Diriwayatkan, ada seorang laki-laki yang memberi hadiah satu bekas arak kepada Nabi s.a.w., kemudian Nabi memberitahu bahwa arak telah diharamkan Allah. Orang laki-laki itu bertanya:


Lelaki: Bolehkah saya jual?

Nabi: Zat yang mengharamkan meminumnya, mengharamkannya juga menjualnya.

Lelaki: Bagaimana kalau saya hadiahkan raja kepada orang Yahudi?

Nabi: Sesungguhnya Allah yang telah mengharamkan arak, mengharamkan juga untuk dihadiahkan kepada orang Yahudi.

Lelaki: Habis, apa yang harus saya perbuat?

Nabi: Tuang saja di dalam parit air. (Al-Humaidi dalam musnadnya)


Justeru, kita dapat melihat bahawa benda yang haram, maka haram juga dijualnya mahupun dihadiahkan. Dalam hal menjual bunga, ia juga boleh menjadi syubhah di hari Valentine seperti ini, kerana diketahui ianya dibeli khas untuk mearikan Valentine yang haram. Seperti juga hukum menjual anggur kepada tukang buat arak yang telah diketahui. Ia tidak dibenarkan dalam Islam menurut pendapat yang terkuat.


  7) Para ulama juga menyatakan LARANGAN untuk saling mengirim ucapan Valentine, cinta dan kasih bersempena hari itu. Perlu dianggapkan hari Vlentine itu tidak wujud dan ia adalah sebuah hari biasa sahaja.


Sekian

Ust Zaharuddin

26 Muharram 1428 = 14 Feb 2007

Tuesday, February 9, 2010

inspirational...

Bismillahirrahmanirrahim.

Do Not Assume…

One fine day, a bus driver went to the bus garage, started his bus, and drove off along the route. No problems for the first few stops – a few people got on, a few got off, and things went generally well.


At the next stop, however, a big hulk of a guy got on, six foot eight, built like a wrestler, arms hanging down to the ground. He glared at the driver and said, “Big John doesn’t pay!” and sat down at the back.


Did I mention that the driver was five foot three, thin, and basically meek?
Well, he was. Naturally, he didn’t argue with Big John, but he wasn’t happy about it. The next day the same thing happened – Big John got on again, made a show of refusing to pay, and sat down. And the next day, and the next.


This grated on the bus driver, who started losing sleep over the way Big John
was taking advantage of him. Finally he could stand it no longer and so he signed up for body building courses, karate, judo, and all that good stuff.


By the end of the summer, he had become quite strong; what’s more, he felt really good about himself.


So on the next Monday, when Big John once again got on the bus and said,
“Big John doesn’t pay!” The driver stood up, glared back at the passenger,
and screamed, “And why not?”


With a surprised look on his face, Big John replied, “Big John has a bus pass.”


MORAL / LESSON:


The moral of this incident/story is quite self evident. However, it is a lesson that many of us seem to overlook and disregard in the many activities and chores of our life.


We learn from this incident that a person should not be hasty in making assumptions and judging a situation or an individual from what seems to be the apparent.


It is essential that a Muslim assumes the best of his fellow being and gives him the benefit of the doubt. If possible, one should allow the fellow being to explain himself as to clear any doubts one may have.


Our Nabi صلى الله عليه و صلم has stated that being hasty is from Shaytaan whilst steady composure is from Allah سبحانه و تعالى.


In the same manner ‘Ulamaa have stated that if there is a single reason for doubt in a matter relating to a person then that doubt should have an effect on the decision that is made.


In conclusion, one should take all factors into consideration and avoid hastiness in judging an individual. Instead, one should try to make the matter clear as to avoid placing false accusations on anyone.


Jazakallah to Maulana Zain for writing up a moral for the story.


Courtesy of http://www.haqislam.org

Saturday, January 16, 2010

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini sedikit perkongsian. Di ambil dari blog saudara Hilal Asyraf yang sedang menuntut di Timur Tengah. Bolehlah bertemu dengan beliau dengan klik di sini.


Ini cerita seminggu lepas. Pada hari Jumaat yang lalu, Dr Jamal, pensyarah yang mendalami ilmu Al-Quran di dalam University of Yarmouk, Irbid, Jordan telah menjadi khatib di Masjid Universiti Yarmouk.


Beliau membicarakan perihal ummah dan masa hadapan masyarakat Islam dalam mengharungi kehidupan masa kini. Diceritakan kelemahan dan juga kekurangan yang menghinggapi ummah di dalam khutbahnya.


Kemudian dia menyebut negara Islam yang patut dijadikan contoh.


Dan dia menyebut Malaysia.


Bersama wawasan 2020.


Kata seorang arab kepada kita


Apa kata Dr Jamal?


Lebih kurang, kata-katanya begini:


“Mari kita lihat satu negara Islam contoh yang membangun, itulah dia Malaysia. Negaranya maju dan membangun, kemas dan teratur, bersih. Malaysia mempunyai wawasan untuk menjadi negara yang hebat pada 2020. Kalau kamu bertanya kepada rakyatnya, hatta anak-anak kecil dan pemandu teksi, semuanya memahami wawasan 2020 itu. Kita lihat di sini, semua rakyat Malaysia faham dan bersatu untuk bergerak mencapai matlamat itu. Tidak lama dahulu, mereka tidak maju. Tetapi sekarang, mereka berjaya menjadi antara negara yang membangun di alam ini. Hal ini kerana mereka mempunyai perancangan dan matlamat yang jelas, untuk mengubah diri mereka. Mereka kemas, berwawasan, beradab, bersatu. Kita warga Jordan sepatutnya mencontohi Malaysia dan membuat perancangan kita. Di mana perancangan kita?”


Itu yang saya terjemahkan mengikut makna la. Kata-katanya secara kalimah per kalimah sudah saya lupa.


Dan perlu diingat, kata-kata ini bukan disebut di dalam dewan kuliah yang hanya menempatkan 75 orang – 100 orang. Tetapi kata-kata ini dilaungkan di atas mimbar yang paling terkenal di Irbid, di Masjid Universiti Yarmouk yang paling menjadi tumpuan ramai orang di daerah Irbid Jordan.


Selepas usai solat Jumaat, ramai orang memandang pelajar-pelajar Malaysia. Ada yang bersalaman dan menyambung pujian. Lebih-lebih lagi mereka yang pernah belajar atau mempunyai saudara-mara di Malaysia. Bagi yang tidak pernah melihat Malaysia pun akan menepuk dan memuji. Kagum dengan pencapaian Malaysia yang didengari mereka tadi.


Pandangan masyarakat arab amnya


Guru saya, Dr Muhammad Faleh, antara ulama’ dari mazhab As-Syafi’e yang terkenal di Jordan pernah memujid pelajar Malaysia yang berjaya menjawab soalannya dengan berkata:


“Orang Malaysialah yang akan menjatuhkan Yahudi, meruntuhkan Israel dan mengembalikan Palestin”


Malaysia di Jordan memang terkenal lebih-lebih lagi pada orang akademik. Pensyarah-pensyarah di Yarmouk yang pernah datang, atau belajar di Malaysia akan amat mengihtiram pelajar-pelajar melayu kerana kekaguman mereka pada Malaysia. Mereka semua merasakan betapa Malaysia itu adalah negara Islam contoh kepada semua.


Memang kalau dikira dari aspek pembangunan, Jordan ketinggalan sekitar 10 tahun daripada Malaysia. Sebab itu, Malaysia, negara Islam yang kecil dan dahulunya langsung tidak pernah didengari, dapat meningkat naik dalam masa sekitar beberapa dekad adalah amat mengkagumkan. Lebih-lebih lagi, Malaysia bukan negara berbangsa arab.


Pandangan mereka, kepercayaan mereka


Saya yang mendengar khutbah Dr Jamal, tersenyum-senyum. Namun, di dalam selitan rasa kagum, saya mengingatkan diri saya untuk menghargai pandangan mereka yang merupakan satu kepercayaan itu.


Ya, mereka mempercayai kita. Ya, mereka tidak melihat sisi-sisi buruk yang kita ada.


Saya tidak akan memilih untuk melemahkan diri kita dengan berkata:


“Ala, diorang tak tengok lagi mat rempit kita, yang kena tangkap khalwat dan sebagainya”


Tetapi saya memilih untuk meletakkan kepercayaan masyarakat arab ini di dalam jiwa saya. Satu kata-kata saya – Jangan Khianati Kepercayaan Mereka. Di situ, kepercayaan mereka menjadi antara pacuan saya untuk mengubah diri dan mempertingkatkan diri pada tahap yang lebih baik. Sebab saya tahu, pujian itu tidak layak sebenarnya untuk kita. Terlalu melambung. Namun, bukanlah mustahil untuk merealisasikannya.


Maka, kita perlu bergerak merealitikan kepercayaan mereka.


Tidakkah cukup untuk menyatakan bahawa kita ini pengkhianat, jika ada sekumpulan masyarakat mempercayai kita dan kita menghancurkan harapan mereka dengan merosakkan diri kita?


Pesanan kepada kalian di Malaysia


Pesanan saya, ketahuilah ada masyarakat yang meletakkan harapan tinggi kepada anda. Ketahuilah ada masyarakat yang mempercayai anda. Apakah pantas kkita mewarnai kepercayaan-kepercayaan ini dengan sikap buruk kita, sikap tidak ambil endah kita, sikap rosak akhlak kita?


Kalau di Jordan, berita kemajuan sampai. Tahukah di Korea, berita apa yang sampai berkenaan Malaysia?


Berita rakyat Malaysia ditangkap khalwat. Keluar dalam surat khabar terkenal Korea. Sudahlah negara Korea bukannya negara Islam.


Saya tidak bersetuju sangat melekatkan Islam pada bangsa. Tetapi dunia sekarang memandang begini – Malaysia=Negara Islam. Melayu=Orang Islam. Kalau saya tidak setuju pun, dunia tetap memandang begitu. Dan saya tidak anggap ini satu tasyrif(kemuliaan). Saya anggap ini satu taklif(tanggungjawab).


Maka adalah menjadi tanggungjawab kita menjaga nama baik negara kita, diri kita, untuk menjaga nama baik Islam yang wujud pada diri kita.


Adakah pantas wahai rakyat Malaysia, sedang dunia melihat kepada anda, dan anda mencemarkan bukan sahaja diri anda, tetapi nama baik keluarga anda, imej bersih negara anda, dan sekaligus mengheret kesempurnaan agama anda dalam lumpur yang busuk?


Sekarang saya bertanya kepada diri saya dan anda.


Sudah di tahap manakah kita?


Ketahuilah, kemajuan material sahaja tidak cukup untuk mengisi kehidupan manusia dengan baik. Kemajuan material itu perlu dipandukan oleh manusia-manusia yang mempunyai komposit rohani yang stabil. Barulah kemajuan material itu boleh bergerak dengan sepenuh potensinya, dan membawa kebaikan kepada penggunanya.


Sudah di tahap manakah kerohanian kita?


Penutup: Jangan rosakkan kepercayaan manusia kepada anda



Jangan. Ketahuilah bahawa ini adalah tanggungjawab. Pujian hanya datang dalam tiga bentuk sahaja. Memuji untuk menyindir, memuji untuk menghancurkan, memuji kerana mempercayai. Dan saya tidak rasa Dr Jamal memuji Malaysia untuk menyindirnya. Juga tidak logik bagi Dr Jamal untuk memuji Malaysia di tengah orang ramai hanya untuk menghancurkan pemimpin-pemimpinnya(biar tenggelam dalam riak, takabbur dan bongkak). Jelas bahawa, Dr Jamal memuji Malaysia kerana mempercayainya, dan merasakan bahawa Malaysia adalah negara Islam contoh kepada semua.


Maka, di mana kita dalam merealisasikan kepercayaan seorang arab, suku sakat Rasulullah SAW dan para sahabat, penduduk bumi anbiya dan pakar pula dalam ayat-ayat Allah SWT. Di mana kita dalam merealisasikan kepercayaannya?


Di mana kita?


Wahai rakyat Malaysia, di mana kita?


Jangan sesekali anda merosakkan kepercayaan manusia kepada anda.


Sebab mereka amat mempercayai anda kerana Islam yang ada pada anda.


Jika tidak, saya yakin Dr Jamal akan mengambil contoh Amerika Syarikat, Jepun dan sebagainya.


Jangan anda jadi fitnah kepada Islam, dengan merosakkan kepercayaan mereka ini.


Semoga bermanfaat...insya Allah.

Thursday, January 14, 2010

Allah

Bismillahirrahmanirrahim

Sekarang ini pasti tiada yang ketinggalan dengan berita di tanah air kita tentang isu penggunaan Allah di gereja-gereja. Dan menyedihkan lagi, ada pula individu-individu ataupun kumpulan yang bertindak agresif di dalam menghadapi isu ini. Terdapat pelbagai pandangan yang timbul dari segenap masyarakat. Di sini kami ingin menyelitkan pandangan-pandangan yang dapat kami ambil dari ruangan internet ini.

Isu kalimah ‘Allah’ kembali mendapat perhatian umum semenjak keputusan mahkamah untuk membenarkan majalah ‘The Christian Herald’ menggunakannya. Ada yang menyatakan saya menyokong malah menggalakkan penggunaan perkataan Allah oleh masyarakat Kristian. Sebenarnya kenyataan tersebut tidak benar. Saya tidak menyokong ataupun menggalakkannya. Saya sekadar menyatakan bahawa penggunaan kalimah tersebut oleh masyarakat bukan Islam merupakan satu perkara yang diharuskan berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan kebiasaan masyarakat antarabangsa, khususnya masyarakat Arab.

Kenyataan saya sebelum ini merupakan ‘a statement of fact’ atau satu kenyataan fakta dan soal saya menyokong atau menggalakkannya tidak timbul sama sekali. Ianya dipohon bukan oleh saya tetapi oleh sebahagian masyarakat Kristian tanpa apa-apa dorongan dari saya. Namun, apabila saya ditanya, saya menyatakan fakta bahawa pada dasarnya tiada halangan untuk orang bukan Islam menggunakan kalimah Allah kerana sudahpun digunakan di banyak negara dan diperakui oleh Al-Quran sendiri. Hujjah-hujjah berhubung persoalan ini telahpun saya nyatakan dalam tulisan saya sebelum ini.

Apa yang saya hendak tegaskan di sini ialah bahawa yang menentukan Islam atau tidak Islam bukan dengan penggunaan kalimah Allah tetapi kefahaman terhadap Allah sebagai Tuhan yang Esa. Ini disebut sebagai konsep ‘Tauhid’. Itulah sebabnya mengapa apabila seseorang memeluk agama Islam dia mengucap “Aku naik saksi tiada tuhan (yang disembah) melainkan Allah”. Ini bahagian pertama dari dua kalimah syahaadah. Ucapan ini berbentuk penafian dan penolakkan akan wujudnya tuhan-tuhan lain selain Allah. Ianya bukan sekadar mengatakan “Allah adalah Tuhan” tetapi lebih dari itu ia juga menolak wujudnya tuhan-tuhan lain. Kalau kita perhati dan fikirkan sejenak dengan mata hati, maka kita akan memahami sebabnya.

Masyarakat Jahilliyah pada zaman Rasulullah (SAW) memang percaya pada Allah. Namun mereka juga percaya pada tuhan-tuhan rekaan mereka sendiri yang mereka dakwa adalah anak pada Allah atau pengantara di antara manusia dan Allah. Termasuk di dalam kategori tuhan-tuhan palsu ini adalah Al-Latta wal Uzza dan beratus-ratus lagi tuhan yang mereka letakkan di keliling Kaabah pada masa itu.

Di antara bukti bahawa masyarakat Jahilliyah menggunakan kalimah Allah adalah dalam kisah surat perjanjian pemulauan kaum Bani Hashim oleh kaum Quraisy di mana akhirnya surat perjanjian tersebut telah habis dimakan serangga. Yang tinggal hanya mukaddimah surat tersebut yang berbunyi, “BismikaLlahhumma” atau ‘Dengan namamu Allah, Tuhan kami’.

Walaupun kaum Musyrikin zaman Nabi (SAW) percaya pada Allah dan menggunakan kalimah ‘Allah’, ini tidak bermakna mereka telah Muslim. Mereka tetap kafir musyrik walaupun mereka percaya kepada Allah dan menggunakan kalimat ‘Allah’. Yang menjadikan mereka musyrik adalah kerana mereka mensyirikkan Allah dengan mengadakan tuhan-tuhan lain yang turut disembah.

Itulah sebabnya apabila seseorang memeluk agama Islam dia menegaskan keEsaan Allah. Dia menegaskan keEsaan Allah supaya membezakan pendiriannya dari mereka yang mengatakan Allah mempunyai anak dan sekutu. Kepercayaannya terhadap keEsaan Allah yang menjadikannya Muslim bukan kepercayaannya terhadap wujudnya Allah semata-mata.

Begitu jugalah keadaannya berhubung golongan Ahlul-Kitab ia itu Yahudi dan Nasrani. Konsep Trinity pegangan orang-orang Nasrani telah pun wujud pada zaman Rasulullah (SAW). Walaupun mereka turut menggunakan kalimah ‘Allah’, tetapi kepercayaan ummat Islam dibezakan dari kepercayaan mereka melalui konsep keEsaan Allah yang dibawa Islam. Banyak ayat-ayat Al-Quran yang menegur kesesatan kepercayaan orang Nasrani yang mendakwa Isa (AS) sebagai anak Allah dan Allah sebagai satu dari tiga. Ini semua ditegur walaupun pada masa yang sama orang Nasrani terus menggunakan kalimah Allah. Di antara ayat-ayat ini adalah Ayat 72 dan 73 Surah Al-Maidah di mana Allah berfirman,


“Telah menjadi kafir mereka yang menyatakan sesungguhnya Allah adalah Al-Masih anak Mariam…” (ayat 72)

“Telah menjadi kafir mereka yang menyatakan sesungguhnya Allah adalah yang ke-tiga dari tiga...”

Dalam kedua-dua ayat ini tidak dapat dinafikan bahawa kaum Nasrani atau Kristian menggunakan kalimah Allah tetapi kepercayaan mereka yang menolak keEsaan Allah menjadikan mereka kafir. Tiada kutukan dari Allah terhadap penggunaan kalimah Allah oleh mereka.

Andaian bahawa orang Nasrani sekarang berpegang kepada konsep Triniti dan orang Nasrani pada zaman Rasulullah tidak dan oleh itu mereka dibenarkan menggunakan kalimah Allah adalah tidak berasas. Ini jelas dari ayat-ayat tersebut yang diturunkan pada masa itu dan menegur kepercayaan orang Nasrani pada masa itu.

Konsep Tauhid yang menentukan seseorang itu Muslim atau sebaliknya. Inilah pada dasarnya yang membezakan Islam dengan agama yang lain. Namun, tidak juga mencukupi dengan hanya itu. Ada juga satu aspek lagi dalam kalimah syahadah ummat Islam yang bererti “Aku naik saksi Muhammad Rasul Allah”. Oleh itu, kalau ada sekalipun golongan yang mengEsakan Allah tetapi menolak keRasulan Nabi Muhammad (SAW), dia tetap bukan seorang Muslim. Termasuk dalam golongan ini kumpulan Qadiayani dan mungkin juga Sikh dan Yahudi.

Berdasarkan penghujahan yang dibentangkan di atas, jelas bahawa masalah kalimah Allah yang ingin digunakan oleh bukan Islam adalah masalah yang diada-adakan. Yang membeza Islam dan bukan Islam adalah konsep Tauhid dan keRasulan Nabi Muhammad (SAW) bukan kalimah Allah. Ini sebenarnya perkara asas dan wajib difahami oleh semua ummat Islam. Dengan kefahaman ini mereka mampu menangkis segala usaha untuk mengelirukan mereka (sekiranya ada) dengan penggunaan kalimah Allah oleh yang bukan Islam. Tanpa kefahaman ini, hakikatnya mereka sudah pun berada di dalam kekeliruan walaupun tiada pihak lain yang menggunakan kalimah ‘Allah’.

Dari sudut dakwah Islamiah, sekiranya orang bukan Islam menggunakan kalimah Allah maka ia memudahkan kita berdakwah kepada mereka. Melalui penggunaan kalimah yang sama ini, iaitu ‘Allah’ kita sudah mempunyai titik pertemuan dari mana untuk bertolak. Ini di dalam Al-Quran diistilahkan sebagai “ila kalimatin sawaain” atau ‘kepada kalimah yang sama’ dan metodologi dakwah sebegini yang telah digunakan oleh Rasulullah (SAW) berdasarkan perintah Allah yang terdapat di dalam Surah Al-Maidah ayat 64.


“Katakan (Wahai Muhammad); Wahai Ahli Kitab, marilah kepada kalimah yang sama di antara kami dan di antara kamu, iaitu kita tidak menyembah selain Allah dan janganlah kita mensyirikkanNya dengan sesuatu…”

Hakikat bahawa hanya ada satu Tuhan yang sama ditegaskan lagi dalam Surah Al-Ankabut ayat 46 yang bermaksud ;


“Dan jangan berhujah dengan golongan Ahli Kitab kecuali dengan cara yang terbaik dan jangan (berhujjah sama sekali) dengan yang Zalim di kalangan mereka. Dan katakan, Kami beriman dengan apa yang telah diturunkan kepada kami dan apa yang telah diturunkan kepada kamu, dan tuhan kami dan tuhan kamu adalah satu, dan kami berserah kepadaNya.”

Sebenarnya isu ini merupakan sesuatu yang menguntungkan ummat Islam. Ia mampu menjelaskan kepercayaan Tauhid yang dibawa Islam di kalangan ummat Islam dan bukan Islam. Sambil itu ia membuka pintu dakwah kepada golongan bukan Islam, khususnya golongan ahli kitab.

Namun ianya sengaja dikelirukan oleh pihak tertentu demi kepentingan politik mereka, untuk mencari titik perbalahan menakutkan ummat Islam dan mengelirukan ummat Islam dengan lebih lagi. Melalui kekeliruan ini mereka akan terus berkuasa, kerana rakyat yang keliru mudah ditipu dan dikuasai.

WaLlahu 'Alam
KHALID SAMAD

Ps: Marilah kita buka hati dalam menilai isu-isu sensitif ini.
Pss: diambil dari facebook dr. lo'lo'