Sunday, July 4, 2010

Petinggi Fatah Akui Amerika Memveto Rekonsiliasi Palestina

Images_news_2010_Juli_4_abbas_obama_300_0

Washington – Infopalestina: Seorang petinggi Gerakan Fatah yang dekat dengan Kepada Otoritas Palestina Mahmud Abbas, mengakui apa yang telah ditegaskan gerakan Hamas tentang adanya veto Amerika sehingga menghalangi tercapainya rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan internal Palestina.

Surat kabar Libanon as Safir, mengutip dari Shabri Shaidam, penasehar Abbas bidang teknologi yang juga wakil sekjen dewan revolusi gerakan Fatah, dia mengatakan, “Tindak pencegahan Amerika agar rekonsiliasi Palestina tidak tercapai belum selesai. Namun dunia hari melihat, termasuk pemerintah Amerika, bahwa rekonsiliasi Palestina bukanlah beban bagi setiap proses perdamaian.” Dia menyatakan bahwa “pembonsaian mimpin Palestina dengan menciptakan Negara-negara kecil di Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak membantu perdamaian dan keamanan di kawasan.”

Petinggi Fatah yang sedang melakukan kunjungan ke Amerika ini menyimpulkan apa yang dicapai dalam pertemuannya dengan para pejabat Amerika dengan mengatakan, “Saya tidak bisa mengatakan bahwa di sana ada kepastian Amerika terhadap langkah-langkah konkrit.”

Menurut Shabri, “Prioritas Palestina adalah pembebasan blokade secara menyeluruh atas Jalur Gaza dan merealisasikan rekonsiliasi Palestina, yang tidak nampak jauh dari tarik-menarik regional. Untuk itu rekonsiliasi ini membutuhkan penyemangat dari Negara-negara kawasan.” (asw)

kredit: http://www.infopalestina.com/ms/

0 comments: